Selasa, 10 April 2012

Etika Dalam Perjamuan Makan Atau Tata cara, Sikap dan Sopan santun Didalam Perjamuan Makan ( A la western)

1. BILA MENERIMA UNDANGAN

1.Mengkonfirmasikan kehadiran kepada pihak yang mengundang. Biasanya dalam undangan ada tulisan RSVP (Respondez S’il Vous Plait) yang berarti “Mohon Jawaban Segera”.
2.Datanglah tepat waktu atau beberapa saat dari waktu undangan tetapi jangan sebelumnya.

3.Pakailah pakaian sesuai dengan permintaan yang tercantum dalam undangan, untuk acara formal menggunakan jas / gaun malam atau kemeja batik lengan panjang / kebaya
4.Menjabat tangan tuan rumah di depan pintu masuk ruangan.
5.Perkenalkan pasangan Anda bila perlu, kemudian berbaur dengan undangan lainnya.
6.Sebelum jamuan makan, biasanya ada Cocktail Party dimana dihidangkan makanan ringan dan minuman.
7.Mintalah minuman yang tersedia dan jangan minta minuman yang tidak
ada, tetapi jangan teh atau kopi karena akan dihidangkan setelah makan.

2. TATA KRAMA SEBELUM JAMUAN

1.Hindari bicara dengan satu orang saja atau teman sendiri.
2.Hindari membuat suatu kelompok.
3.Kendalikan intonasi suara (tone of voice) saat berbicara dan saat tertawa. Jangan terbahak-bahak sehingga mengundang perhatian orang lain.
4.Carilah tempat duduk yang sesuai dengan table plan.
5.Perkenalkan pasangan anda kepada orang yang anda kenal saat anda bertemu mereka.
6.Apabila kita membawa pasangan, kita mempersilakan pasangan kita duduk lebih dahulu dengan menarikkan kursi untuknya.

3. TATA CARA DUDUK

1.Kursi jangan terlalu dekat dengan meja makan.
2.Tangan jangan dilipat di atas meja, tetapi letakkan di pangkuan.
3.Posisi badan tegap dan tegak.
4.Kaki jangan menyilang / dilipat atau dijulurkan kedepan.
5.Ketika duduk, jangan melirik-lirik ke kiri dan ke kanan.
6.Saat duduk jangan memainkan
peralatan makan yang ada.

4. TATA CARA MENGGUNAKAN NAPKIN (Serbet)

1.Pada saat kita duduk, biasanya Waiter akan membukakan napkin untuk kita.
2.Kalau tidak ada yang membukakan, maka kita dapat membukanya sendiri, lalu meletakkannya di atas pangkuan kita.
3.Posisi badan tegap dan tegak.
4.Napkin dipergunakan hanya untuk membersihkan bagian mulut atau bibir yang kotor dengan menggunakan tangan kanan atau kedua tangan kita.
5.Napkin tidak boleh untuk membersihkan keringat.
6.Napkin tidak boleh dipergunakan untuk membersihkan peralatan makan yang kotor. Bila kita menemukan hal demikian, panggillah Waiter untuk mengganti.

5. BAGAIMANA CARA MENGGUNAKAN - PERALATAN MAKAN
1.Mulailah dengan peralatan yang terluar kemudian ke dalam.
2.Kemudian peralatan yang berikutnya.
3.Peralatan yang berada dekat center piece / show plate untuk makanan utama.
4.Untuk makanan penutup (dessert), biasanya diletakkan di sisi
atas.
5.Gelas berada di sebelah kanan atas pisau
6.Piring roti berada disebelah kiri paling luar atau diatas garpu

6. BAGAIMANA CARA MENGGUNAKAN - KNIFE & FORK (Pisau dan garpu)

1.Pisau harus lurus. Gunakan telunjuk sebagai penekan pisau, jari tengah dan ibu jari sebagai penjepit pisau.
2.Posisi fork miring menghadap ke dalam, jari telunjuk sebagai penekan, jari tengah dan ibu jari sebagai penjepit fork.
3.Bila anda adalah termasuk orang yang menggunakan tangan kiri (left handed) maka seluruh susunan cutleries harus dipindahkan sebelum jamuan dimulai.

7. BAGAIMANA CARA MEMAKAN - BREAD (Roti)

1.Ambil roti dengan menggunakan tangan kanan, kemudian sobeklah menjadi bagian kecil setiap kali anda akan menyantapnya.
2.Jangan membelah roti anda dengan pisau, karena pisau hanya digunakan untuk mengoleskan butter saja
3.Ambil butter dengan menggunakan pisau butter, kemudian oleskan pada roti yang sudah dipotong
kecil tadi. 4.Jika butter dihidangkan dengan piring butter, ambillah butter dengan menggunakan sendok untuk dipindahkan ke piring roti anda.
5.Roti bisa dimakan bersama salad atau sup.
6.Bila roti sudah habis, jangan meminta kembali.

8. BAGAIMANA CARA MEMAKAN - APPETIZER (Makanan Pembuka)

1.Umumnya appetizer dihidangkan menggunakan dessert plate.
2.Appetizer dimakan menggunakan garpu (dessert fork) dan pisau (dessert knife)
3.Untuk appetizer yang lunak seperti terrine atau croquet, gunakan hanya garpu saja.
4.Untuk Appetizer yang menghidangkan snail (keong) utuh maka digunakan snail fork dan snail tong
5.Bila Appetizer menggunakan daging atau sayuran yang terlalu panjang, anda dapat memotongnya dengan menggunakan pisau (dessert knife)

9. BAGAIMANA CARA MEMAKAN - SALAD

1.Biasanya salad dihidangkan menggunakan mangkuk salad (salad bowl) atau piring salad (salad plate).
2.Salad dimakan menggunakan garpu
(dessert fork)
3.Bila Salad menggunakan lettuce atau sayurannya terlalu panjang, anda dapat memotongnya dengan menggunakan pisau (dessert knife)
4.Bila sauce salad dipisah, maka sauce / dressing dapat disiramkan ke salad, tetapi jangan mengaduk salad dengan dressing yang ada di salad bowl/ plate.

10. BAGAIMANA CARA MEMAKAN - SOUP

1.Biasanya sup dihidangkan dengan mangkuk sup (soup cup), atau piring sup (soup plate).
2.Sup dimakan dengan menggunakan sendok sup (soup spoon), tangan kiri memegang handle soup cup.
3.Sup diambil dengan cara menggerakan sendok dari arah depan kebelakang.
4.Bila sup tinggal sedikit dan anda masih menginginkan supnya, maka anda dapat memiringkan soup cup ke arah depan dan sendoklah kearah belakang.
5.Bila sup dalam keadaan panas biarkan agak dingin dahulu dan jangan meniup sup yang ada di sendok.
6.Roti jangan dimasukkan ke dalam sup

11. BAGAIMANA CARA MEMAKAN - PASTA (Mie dan
sejenisnya)

1.Untuk Pasta pergunakan dinner spoon dan dinner fork
2.Dinner spoon diletakkan di kiri dan dinner fork di kanan.
3.Dinner fork digunakan untuk mengambil atau menggulung pasta dan spoon hanya digunakan untuk memutar pasta.
4.Untuk Pasta seperti canelloni atau lasagna atau menggunakan daging ukuran besar seperti spaghetti lobster dapat dipotong menggunakan pisau (dinner knife)

12. BAGAIMANA CARA MEMAKAN - RISOTO (Nasi)

1.Untuk Risoto atau Rice Pilaf gunakan dinner spoon dikanan dan dinner fork di kiri.
2.Risoto dapat dihidangkan dalam dinner plate atau pasta bowl.
3.Sendoklah risoto dari arah depan atau samping kearah tengah.
4.Tahan sendok dengan menggunakan dinner fork dibagian belakang.
5.Gunakan gerakan sendok dari samping kiri, kanan dan depan agar Risoto tetap terkumpul ditengah-tengah piring.

13. BAGAIMANA CARA MEMAKAN - FISH (Ikan)

1.Untuk daging Ikan (Fish Fillet) gunakan Fish
Fork dan Dinner knife.
2.Untuk Ikan utuh (whole fish) gunakan Fish Fork dan Fish Knife.
3.Gunakan Fish knife dengan cara menyendok ikan dari arah depan kebelakang dengan memiringkan pisaunya kearah tulang ikan.
4.Fish knife tidak digunakan untuk memotong daging ikan seperti tuna steak, salmon steak, dll.
5.Fish Fork disebelah kiri dan Dinner / Fish knife disebelah kanan.
6.Tekan garpu kearah Ikan (jangan ditusuk) baru potong dengan menggunakan pisau.

14. BAGAIMANA CARA MEMAKAN - MEAT (Daging)

1.Untuk daging (Poultry, Beef, Lamb, Pork) gunakan Dinner Fork dan dinner knife. nDinner Fork disebelah kiri dan Dinner knife disebelah kanan.
2.Tekan garpu kearah daging (jangan ditusuk) baru potong dengan menggunakan pisau.
3.Potong dari daging bagian paling kiri (arah garpu) dan makanlah dengan menggunakan garpu.
4.Potong daging setiap kali akan memakannya dan jangan memotong seluruh daging baru memakannya.
5.Gunakan
garpu untuk mengambil kentang dan sayurannya.

15. BAGAIMANA CARA MEMAKAN - CHEESE (Keju)

1.Keju (cheese) biasanya disajikan setelah makanan utama (main course) dan sebelum dessert
2.Cheese umumnya disajikan bersama dengan crackers, grapes ataupun dried fruit dan nuts
3.Cheese dimakan dengan menggunakan cheese fork
4.Grapes, Nuts dan dried fruit ataupun crackers dimakan dengan menggunakan tangan

16. BAGAIMANA CARA MEMAKAN - DESSERT (Makanan penutup)

1.Makanan penutup (dessert) biasanya disajikan setelah makanan utama (main course) ataupun cheese.
2.Makanan penutup bisa bermacam-macam jenisnya, antara lain:
3.Cake menggunakan dessert fork
4.Pudding menggunakan tea spoon
5.Fruits menggunakan dessert knife dan dessert fork
6.Ice cream menggunakan ice cream spoon

17. BAGAIMANA CARA MINUM – COFFEE/TEA

1.Coffee atau Tea adalah penutup dari rangkaian makan.
2.Coffee dapat dihidangkan dengan
susu ataupun krim
3.Tea dihidangkan dengan lemon
4.Untuk cara Perancis coffee atau tea dihidangkan dengan chocolate praline sedangkan Italia dengan biscoti dan Inggris dengan biscuit.
5.Bila ingin menambahkan gula kedalam cup maka saat mengaduk dengan arah putaran jarum jam, hindari benturan sendok dengan pinggir cup agar tidak terdengar dentingan suara.
6.Jangan minum coffee / tea menggunakan sendok apalagi lewat saucer

18. BAGAIMANA CARA MINUM – WINE

1.White wine dihidangkan bersamaan dengan white meat (daging putih seperti ikan dan ayam)
2.Red wine dihidangkan dengan Red Meat (daging merah seperti Beef dan Lamb)
3.Rose Wine dihidangkan dengan daging berwarna pink (daging merah muda seperti Pork dan Canard)
4.Sparkling Wine atau Champagne dapat diminum dengan jenis makanan apapun.
5.Minumlah wine sedikit demi sedikit selama anda makan daging hanya untuk penyeimbang rasa dan bukan penghilang rasa
haus.
6.Hindarkan menghabiskan seluruh wine digelas sebelum makan anda selesai, karena waiter akan otomatis mengisi gelas anda.

19. TATA CARA MAKAN

1.Makanlah makanan sesuai ukuran yang dapat dikunyah (bite size), jangan memakan makanan yang ukurannya terlalu besar tanpa dipotong terlebih dahulu.
2.Telanlah makanan yang ada di mulut sebelum mulai memakan makanan berikutnya.
3.Bila menggunakan sauce yang terpisah, pastikan anda mencelupkan makanan kedalam sauce boat / dish.
4.Untuk makanan yang memang menggunakan tangan secara langsung (picked/finger food) seperti bruchetta atau chicken drummets, maka habiskan makanan yang dipegang sebelum mengambil yang berikutnya.
5.Mulailah menyantap hidangan bila semua orang telah mendapat makanan mereka masing-masing.
6.Hindari meninggalkan meja makan saat jamuan telah dimulai

20. TATA CARA MINUM

1.Sebelum minum bersihkan mulut dari sisa-sisa makanan.
2.Sebelum
minum, pastikan tidak ada makanan di dalam mulut.
3.Waktu minum, tidak sedang makan sesuatu.
4.Jangan berkumur menggunakan air minum.
5.Air minum yang sudah masuk ke mulut jangan dituangkan lagi ke dalam gelas.
6.Minumlah secukupnya pada waktu makan, agar perut tidak terasa penuh.

21. ETIKET SAAT MAKAN BUFFET

1.Antrilah dengan tenang saat mengambil makanan di buffet
2.Ambil makanan sesuai dengan urutan makanan yaitu Appetizer/Salad – Soup – Main Course – Dessert
3.Jangan menaruh mangkuk sup diatas piring makan yang diisi makanan
4.Bila mengambil Bread untuk soup atau Main course, pastikan mengambil makanan/soup terlebih dahulu dengan memegangnya di tangan kiri dan terakhir baru mengambil bread dengan tangan kanan
5.Ambil makanan secukupnya dan jangan mengambil makanan secara berlebihan sehingga tersisa banyak diatas piring
6.Gantilah piring dengan yang baru setiap kali akan mengambil makanan yang
lain.

22. ETIKET BERBICARA SAAT MAKAN

1.Hindari berbicara pada waktu mulut sedang terisi makanan.
2.Pada saat berbicara dengan orang lain, tangan jangan memegang peralatan makan, karena tidak sopan dan tidak baik dilihat.
3.Tekanan suara dan intonasi suara (tone of voice) jangan terlalu keras.
4.Kalau memanggil seseorang jangan berteriak-teriak.
5.Jangan menyela pembicaraan orang lain pada saat orang tersebut sedang berbicara dengan orang lain. Sebaiknya tunggu sampai orang tersebut selesai berbicara.
6.Bila akan meninggalkan tempat ditengah perbincangan, perkenalkan lawan bicara dengan yang lainnya sebelum pergi.


Rabu, 04 April 2012

Struktur Organisasi

Struktur Organisasi ( Organizational Structure )
Stuktur organisasi pada setiap perusahaan berbeda-beda bergantung pada budaya dan jenis industri dimana mereka berusaha. Contohnya saja perusahaan konsultan dan perusahaan pertambangan. Struktur organisasi mereka bisa sangat berbeda. Umumnya pada perusahaan konsultan, jabatan tertinggi adalah “partner” sedangkan pada perusahaan tambang bisa CEO. Umumnya stuktur organisasi dapat digolongkan menjadi tiga jenis: Fungsional, Project, dan Organisasi Matrix. Tipe struktur organisasi berpengaruh pada bagaimana komunikasi didalam perusahaan.

Fungsi atau kegunaan struktur dalam sebuah organisasi dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Kejelasan Tanggung Jawab. Setiap anggota organisasi harus bertanggung jawab dan apa yang harus dipertanggung jawabkan. Setiap anggota organisasi harus bertanggung jawab kepada pimpinan atau atasan yang memberikan kewenangan, karena pelaksanaan kewenangan itu yang harus dipertanggungjawabkan.
2. Kejelasan Kedudukan. Kejelasan kedudukan seseorang dalam struktur organsisasi sebenarnya mempermudah dalam melakukan koordinasi maupun hubungan karena adanya keterkaitan penyelesaian suatu fungsi yang dipercayakan kepada seseorang.
3. Kejelasan Uraian Tugas. Kejelasan uraian tugas dalam struktur organisasi sangat membantu pihak pimpinan untuk melakukan pengawasan dan pengendalian, dan bagi bawahan akan dapat berkonsentrasi dalam melaksanakan suatu pekerjaan karena uraiannya yang jelas.

Bentuk-bentuk Struktur Organisasi
Berdasarkan pola hubungan kerja dan aktivitas, wewenang serta tanggungj awab, maka bentuk-bentuk organisasi dibedakan sebagai berikut :
 
1. Struktur Organisasi Lini
Organisasi bentuk garis di ciptakan oleh Henry Fayol. Pada struktur organisasi ini, wewenang dari atasan disalurkan secara vertikal kepada bawahan. Begitu juga sebaliknya, pertanggungjawaban dari bawahan secara langsung di tujukan kepada ataan yang memberi perintah. Umumnya organisasi yang memakai struktur ini adalah organisasi yang masih kecil, jumlah karyawannya sedikit dan spesialisasi kerjanya masih sederhana

Ciri-Ciri:
  • Kesatuan perintah terjamin; Pembagian kerja jelas dan mudah dilaksanakan; Organisasi tergantung pada satu pimpinan
 Dalam struktur organisasi lini terdapat direktur.

2. Struktur Organisasi Fungsional
Struktur organisasi fungsional diciptakan oleh F.W.Taylor. Struktur ini berawal dari konsep adanya pimpinan yang tidak mempunyai bawahan yang jelas dan setiap atasan mempunyai wewenang memberi perintah kepada setiap bawahan, sepanjang ada hubunganya dengan fungsi atasan tersebut. Setiap pegawai mempunyai pengawas lebih dari satu orang atasan yang berberda-beda.

Ciri-Ciri Struktur organisasi fungsional :
  • Tidak menjamin adanya kesatuan perintah
  • Keahlian para pengawas dan pegawai berkembang menuju spesialisasi
  • Penghematan waktu dapat dilakukan karena mengerjakan pekerjaan yang sama
Dalam struktur organisasi fungsional terdapat Presiden Direktur, Direktur Perencanaan dan direktur teknik.
 
3. Struktur Oranisasi Garis dan Staf
Struktur organisasi ini merupakan struktur organisasi gabungan yang di kembangkan oleh Harrington Emerson. Struktur ini umumnya di gunakan oleh organisasi yang besar, daerah kerja luas, bidang tugas yang beraneka ragam dan jumlah bawahan yang banyak sehingga pimpinan tidak bisa bekerja sendiri, melainkan memerlukan bantuan staf. Staf adalorang ahli dalam bidang tertentu yang bertugas memberi nasihat dan saran kepada pimpinan dalam organisasi tersebut.

Dalam struktur organisasi garis dan staf terdapat direktur, staff, manajer produksi, manajer pemasaran dan staff yang lainnya.

4. Struktur Organisasi Fungsional dan Staf
Struktur organisasi ini merupakan gabungan dari bermacam-macam struktur organisasi.dengan memakai sistem gabungan ini di mungkinkan memilih, yang menguntungkan di pakai yang merugikan di tinggalkan.

Struktur Organisasi Di Buat Dengan Maksud :
Memperlihatkan pola hubungan antara anggota organisasi dan sarana yang dimiliki agar setiap anggota organisasi mengerti dengan jelas tugasnya, kewajiban, hak dan tanggung jawab.
 
Dalam struktur organisasi fungsional dan staf terdapat Presiden Direktur, staf, direktur perencanaan dan direktur teknik.

Tipe Struktur Organisasi
Ada beberapa jenis struktur organisasi dan perusahaan harus memilih mana yang terbaik sesuai dengan kebutuhannya.
 
>>Struktur Tradisional. Struktur ini berdasarkan fungsi divisi dan departemen. Ini adalah jenis struktur yang mengikuti aturan dan prosedur organisasi. Dicirikan dengan memberikan garis otoritas yang jelas di seluruh level manajemen. Jenis struktur dibawah struktur tradisional adalah :
 
1. Struktur Lini - adalah jenis struktur yang memiliki lini perintah yang sangat spesifik. Persetujuan dan perintah dari jenis struktur ini berasal dari atas ke lini yang bawah. Struktur ini sesuai untuk organisasi yang kecil seperti kantor akunting atau kantor hukum. Jenis struktur seperti ini memudahkan pengambilan keputusan, dan bersifat informatif. Mereka memiliki departemen yang lebih sedikit, yang membuat seluruh organisasi sangat desentralisasi.
 
2. Struktur Lini dan Staff – meskipun struktur lini sesuai untuk kebanyakan organisasi, khususnya organisasi yang kecil, tapi tidak efektif untuk organisasi yang lebih besar. Dimana struktur organisasi lini dan staff memainkan perannya. Lini dan struktur menggabungkan struktur lini dimana informasi dan persetujuan berasal dari atas ke bawah, dengan dukungan dan spesialisasi staf departemen. Stuktur organisasi lini dan staff lebih terpusat. Manajer lini dan staff memiliki otoritas pada bawahannya. Pada jenis stuktur organiasai ini, proses pengambilan keputusan menjadi lebih lambat karena lapisan dan panduan yang tipikal, dan jangan melupakan formalitas didalamnya.
 
3. Struktur fungsional – jenis struktur organisasi ini mengelompokkan orang berdasarkan fungsi yang mereka lakukan dalam kehidupan profesional atau menurut fungsi yang dilakukan dalam organisasi. Bagan organisasi untuk organisasi berbasis fungsional terdiri dari Vice President, Sales department, Customer Service Department, Engineering atau departemen produksi, departemen Akunting dan Administratif .
 
>>Struktur Divisional. Ini adalah jenis struktur yang berdasarkan divisi yang berbeda dalam organisasi. Struktur-struktur ini dibagi ke dalam:
 
1. Struktur produk – struktur sebuah produk berdasarkan pada pengelolaan karyawan dan kerja yang berdasarkan jenis produk yang berbeda. Jika perusahaan memproduksi tiga jenis produk yang berbeda, mereka akan memiliki tiga divisi yang berbeda untuk produk tersebut .
 
2. Struktur pasar – struktur pasar digunakan untuk mengelompokkan karyawan berdasarkan pasar tertentu yang dituju oleh perusahaan. Sebuah perusahaan bisa memiliki 3 pangsa pasar yang digunakan dan berdasarkan struktur ini, maka akan membedakan divisi dalam struktur.
 
3. Struktur geografis – organisasi besar memiliki kantor di tempat yang berbeda, misalnya ada zona utara, zona selatan, barat, dan timur. Struktur organisasi mengikuti struktur zona wilayah.
 
>>Struktur Matrix
Merupakan struktur, yang menggabungkan struktur fungsi dan produk. Kedua gabungan ini merupakan gabungan terbaik untuk membuat struktur organisasi yang efisien. Ini adalah struktur organisasi yang paling kompleks. Penting untuk menemukan struktur organisasi yang terbaik untuk organisasi, karena penetapan yang keliru akan merusak fungsi organisasi
 
Struktur Organisasi Lini "Direktur"

Direktur (dalam jumlah jamak disebut Dewan Direktur) adalah seseorang yang ditunjuk untuk memimpin Perseroan terbatas (PT). Direktur dapat seseorang yang memiliki perusahaan tersebut atau orang profesional yang ditunjuk oleh pemilik usaha untuk menjalankan dan memimpin perseroan terbatas. Penyebutan direktur dapat bermacam-macam, yaitu dewan manager, dewan gubernur, atau dewan eksekutif.

Di Indonesia pengaturan terhadap direktur terdapat dalam UU No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas dijabarkan fungsi, wewenang, dan tanggung jawab direksi.

Seorang direktur atau dewan direksi dalam jumlah direktur dalam suatu perusahaan (minimal satu), yang dapat dicalonkan sebagai direktur, dan cara pemilihan direktur ditetapkan dalam anggaran dasar perusahaan. Pada umumnya direktur memiliki tugas antara lain:
  1. memimpin perusahaan dengan menerbitkan kebijakan-kebijakan perusahaan
  2. memilih, menetapkan, mengawasi tugas dari karyawan dan kepala bagian (manajer)
  3. menyetujui anggaran tahunan perusahaan
  4. menyampaikan laporan kepada pemegang saham atas kinerja perusahaan
Tanggung jawab dari direktur kepada pihak ketiga dan hukum ditentukan dari jenis perusahaan yang didirikan (Firma, Persekutuan Komanditer (CV), atau Perseroan Terbatas (PT)).

Direktur di Indonesia
Direktur atau dewan direksi di Indonesia merupakan penyebutan secara umum terhadap pemimpin suatu perusahaan dalam Perseroan Terbatas (PT).

Pengangkatan dan Pemberhentian
Direktur diangkat dan diberhentikan dengan persetujuan dari RUPS yang kemudian dilaporkan kepada Menteri Hukum dan HAM untuk dicatatkan dalam daftar wajib perusahaan atas pergantian direktur. Dalam pengangkatan direktur diusulkan oleh anggota RUPS yang memiliki wewenang untuk mengusulkan direktur.

Eksternal
  • mewakili PT atas nama perseroan untuk melakukan bisnis dengan perusahaan lain
  • mewakili PT dalam perkara pengadilan
Internal
  • mengurus dan mengelola PT untuk kepentingan PT yang sesuai dengan maksud dan tujuan PT
  • menjalankan kepengurusan PT sesuai dengan kebijakan yang tepat (keahlian, peluang, dan kelaziman usaha) yang ditentukan dalam UU Perseroan Terbatas dan anggaran dasar PT.
Tanggung Jawab
 Direktur bertanggung jawab atas kerugian PT yang disebabkan direktur tidak menjalankan kepengurusan PT sesuai dengan maksud dan tujuan PT anggaran dasar, kebijakan yang tepat dalam menjalankan PT serta UU No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas. Atas kerugian PT, direktur akan dimintakan pertanggungjawabannya baik secara perdata maupun pidana.

Apabila kerugian PT disebabkan kerugian bisnis dan direktur telah menjalankan kepengurusan PT sesuai dengan maksud dan tujuan PT anggaran dasar, kebijakan yang tepat dalam menjalankan PT serta UU No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas, maka direktur tidak dapat dipersalahkan atas kerugian PT
 
http://lintangpuss.blogspot.com/2010/11/struktur-organisasi-organizational.html
 
http://id.wikipedia.org/wiki/Direktur
 
 
 

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons